Selasa, 15 November 2011

Petualangan Mengagumkan di Malaysia

Malaysia, negara di Asia Tenggara tersebut merupakan campuran dari dua dunia berbeda, dipisahkan oleh Laut Cina Selatan. Semenanjungnya adalah tempat berdiri kota modern Kuala Lumpur, dengan pinggiran kotanya yang ramai, sementara Borneo terkenal dengan pemandangan alam, satwa liar, lokasi menyelam yang eksotis, dan keragaman budayanya. Dari hutan hujan tropis yang masih asli dan taman nasional sampai daerah pegunungan, dan masih banyak lagi tempat untuk dijelajahi di tempat berkumpulnya budaya dunia. Berikut adalah beberapa lokasi petualangan di Malaysia untuk para pecinta alam dan tantangan.


Foto: Stephane Enten

Gunung Kinabalu


Bagi Anda yang merasa tidak memiliki kemampuan fisik untuk menaiki salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara, sekarang saatnya untuk memasukkan Gunung Kinabalu kembali ke daftar kunjungan. Sekarang terdapat jalur sepanjang 1,2 km Via Ferrata di Gunung Kinabalu, yang memiliki kesulitan beragam untuk semua pendaki, dari pemula sampai yang berpengalaman. Gunung Torq Via Ferrata, pada dasarnya adalah sebuah jalur pendakian yang terdiri dari anak tangga, rel, dan tali yang terbuat dari baja yang dipasang pada permukaan batu. Dengan ini para pendaki dapat menggunakan jalur yang tadinya hanya dapat digunakan oleh para pendaki berpengalaman.

Via Ferrata dimulai dari ketinggian 3411 m dan membawa Anda naik sampai ketinggian 3776 m, membuatnya menjadi jalur besi terpanjang di dunia. Bagi yang mencari pengalaman penuh adrenalin, Anda dapat memilih jalur pendakian selama empat jam yang cukup menantang ke Low Peak, puncak tertinggi Gunung Kinabalu pada ketinggian 4095 m, yang menyajikan pemandangan mempesona dan dataran tinggi tersembunyi, juga perjalanan menyeberangi jembatan gantung sepanjang 22 m di ketinggian 3600 m di atas permukaan laut!


Foto: hkmadi

Klias Wetlands


Terletak di 120 km sebelah selatan Kota Kinabalu, Klias Wetlands adalah surganya keindahan alam. Dengan hutan bakaunya yang lebat dan menjadi rumah bagi beragam spesies burung, reptil, mamalia, dan serangga, lahan basah tersebut merupakan tujuan wajib bagi para pecinta alam dan satwa. Sebuah sungai yang dalam terbentang di tengah-tengahnya, dan cara terbaik menjelajahi Klias Wetlands adalah dengan menyelusuri sungai dengan pemandu.

Pastikan Anda memiliki pemandu berpengalaman yang dapat menjelaskan keragaman satwa di sana, termasuk jenis kera ekor panjang dan kera berhidung besar yang langka, juga beragam satwa yang terancam punah. Pada malam hari, hutan tersebut dipenuhi nyanyian para hewan malam dan serangga, tetapi pertunjukan utamanya adalah ribuan kunang-kunang yang menyinari sungai, benar-benar pengalaman sekali seumur hidup.

Selain petualangan, lihat juga daftar kami tentang delapan hidangan Malaysia yang wajib dicoba!


Foto: Christian Haugen

Redang Marine Park


Terletak di 45 km lepas pantai Kuala Terengganu di Laut Cina Selatan, Redang Marine Park adalah sebuah lokasi penyelaman kelas dunia yang akan memenuhi hasrat para penyelam. Dengan air biru jernih dan ribuan biota laut, lokasi ini terkenal di antara para penyelam baik pemula maupun berpengalaman. Marine park (taman laut) tersebut mencakup sembilan pulau di Kepulauan Redang, tetapi yang paling terkenal adalah Pulau Redang dan Pulau Perhentian. Kebalikan dari tema untuk para backpacker di Pulau Perhentian, Redang memiliki gambaran lebih berkelas, dengan dilengkapi lebih dari setengah lusin resort. Snorkeling dan menyelam adalah aktivitas yang paling populer di sini, dan begitu juga dengan gugusan karangnya yang menakjubkan. Redang adalah tempat yang terkenal untuk para penyelam pemula untuk berlatih, tetapi beberapa lokasi yang lebih jauh memiliki arus kuat dan lebih cocok untuk penyelam berpengalaman. Redang juga memiliki dua lokasi kapal karam bersejarah, yang tenggelam pada awal Perang Dunia II.


Foto: prilfish

Labuan Island


Labuan adalah sekumpulan satu pulau besar dan enam pulau lebih kecil di Sabah, Malaysia Timur. Perairan di sekitar tujuh pulau tersebut merupakan surganya gugusan karang dan lokasi memancing, yang membuat lokasi ini menarik untuk para penyelam dan pecinta laut. Selain pemandangan bawah laut yang menakjubkan dan beragam kehidupan laut, Labuan juga tempat bagi empat lokasi kapal karam, termasuk dari zaman Perang Dunia II. Keempat lokasi tersebut di sebut Australian Wreck, American Wreck, Blue Water Wreck, dan Cement Wreck, merupakan beberapa lokasi penyelaman kapal karam terbaik di Asia sampai ke lambung kapal. Sekolah menyelam lokal menyediakan beragam pelatihan penyelaman kapal karam dasar sampai ke PADI Wreck Diver Specialty dan TDI Advanced Wreck Diving.

Para penyelam, pastikan Anda juga mengunjungi negara tetangga, Indonesia, untuk beberapa lokasi penyelaman terbaik di wilayah tersebut. Lihatlah foto perjalanan kami di tempat suci para penyelam, Raja Ampat.


Foto: AzmanJumat

Pulau Sipadan


Pulau Sipadan mengklaim menjadi lokasi penyelaman terbaik di dunia. Di luar klaim besar tersebut, lokasi penyelaman di sini memang berkelas dunia, dengan lebih dari 3000 spesies ikan dan ratusan spesies karang yang tercatat. Pada tahun 2002, resort di pulau tersebut telah ditutup untuk melindungi lingkungan, jadi pengunjung harus menginap di pulau sekitarnya, seperti Mabul atau Semporna, dan menaiki perahu ke Sipadan untuk menyelam. Karena sekarang Sipadan adalah pulau yang dilindungi, hanya 120 penyelam boleh menyelam per harinya, jadi sebaiknya Anda menyelam secepat mungkin agar bisa masuk daftar. Pastikan Anda berkonsultasi dengan operator penyelaman soal kelengkapan izin, karena beberapa perusahaan ditemukan melakukan penyelaman tanpa izin. Sipadan dikelilingi banyak penghuni karang, dengan penyu dan hiu sirip putih yang kerap muncul di tiap penyelaman pada kedalaman 10-30 meter dan lebih.


Foto: Paul Mannix

Taman Nasional Kota Kinabalu


Situs Warisan Dunia yang diakui UNESCO pertama di Malaysia, Taman Nasional Kota Kinabalu, menjadi salah satu tujuan turis di Malaysia. Didirikan pada tahun 1964, taman nasional ini merupakan rumah bagi flora dan fauna yang tersebar di lebih dari empat zona iklim, menjadikannya salah satu situs biologis terpenting di dunia. Selain dari beragam tanaman pemakan daging, taman tersebut juga menaungi banyak spesies terancam punah, termasuk lintah merah raksasa Kinabalu, dan cacing tanah raksasa.

Taman nasional tersebut terletak di pantai sebelah barat Sabah, dan memiliki luas 754 km persegi mengelilingi Gunung Kinabalu. Kantor pusat taman tersebut merupakan tempat masuk utama untuk kebanyakan pengunjung, mudah dicapai dari Sabah via jalan raya serta jalan perdesaan. Para petualang yang santai mungkin akan lebih menikmati menjelajahi taman dengan berjalan kaki. Akomodasi tersedia di taman dekat kantor pusat.

Para pecinta laut pasti akan menyukai artikel menyelam di Bunaken, Indonesia.


Foto: showmeone

Taman Nasional Gunung Mulu


Tujuan wajib untuk para petualang pemberani, Taman Nasional Gunung Mulu adalah tempat Anda menemukan jaringan gua batu kapur terpanjang di dunia, tersembunyi di bawah hutan di lereng gunung. Lubang Nasib Bagus (Gua Keberuntungan) adalah salah satu gua terbesar di sini, memiliki rongga bawah tanah terbesar di dunia yang dikenal dengan nama Sarawak Chamber dan juga Deer Cave (Gua Kijang), lorong gua terbesar di dunia. Sementara itu, Clearwater Cave, memiliki sistem sungai ekstensif dan mengalir sepanjang 30 mil di bawah tanah. Bagi Anda yang lebih menyukai aktivitas di atas permukaan tanah, dapat menjajal stamina dengan menaklukan Pinnacles, gunung dari batu kapur. Para pendaki membutuhkan stamina dan beberapa hari pendakian untuk mencapai puncaknya.


Foto: hyqphotos

Taman Nasional Taman Negara


Taman Nasional Taman negara adalah taman terluas di Malaysia yang mencakup daerah Pahang, Kelantan, dan Terengganu. Taman tersebut merupakan rumah bagi salah satu hutan hujan tropis tertua di dunia yang memiliki ekosistem sangat beragam. Banyak yang dapat dikerjakan dan dilihat di taman ini, dari arung jeram, sampai mendaki di beberapa jalur pendakian sambil merasakan kehidupan hutan. Jalur Teresek akan membawa Anda ke jalur kanopi Taman Negara yang terkenal di dunia, sepanjang 510 m dan tergantung di ketinggian 45 m di atas permukaan tanah. Pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari atas hutan. Coba temukan pohon Mengkudur raksasa, atau beragam satwa seperti gajah, babi hutan, dan kera.

Tertarik dengan berbagai pengalaman jelajah hutan? Anda bisa mencoba mendaki tanjakan maut di Baduy, masuk ke hutan yang pernah jadi ladang opium, atau merasakan jadi siamang dengan bergelantungan antarpohon.


dikutip dari berbagai sumber

Kamis, 13 Oktober 2011

The Willingness To Change (Hasrat untuk berubah, english version)


When I was young and free
And my imagination has no limits,
I dreamed of changing the world.
As I grew older and wiser,
I discovered the world not change
So, I shortened my sights somewhat
And decided to change only my country
But it too seemed immovable.
As I grew into my twilight years
In one last desperate attempt
I settled for changing only my family.
Those closest to me, but all as
They would have none of it.
And now as I lay on my deathbed
I suddenly realize
If I had only change myself first
Then by example I might have changed my family,
Fromtheir inspiration and encouragement,
I would then have been able to better my country,
And who knows, I may have even change the world.

Jumat, 08 Oktober 2010

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Ternyata kudapati bahwa
Dunia tak kunjung berubah.
Maka, cita – cita itupun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun nampaknya,
Hasrat itupun tiada hasil.
Ketika usiaku semakin senja,
Dengan semangatku yang tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang – orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya,
Merekapun tidak mau diubah.
Dan kini,
Pada saat aku terbaring menjelang ajal
Tiba – tiba kusadari:
Andai, diriku dulu yang kuubah
Dan, menjadikan diriku sebagai suri teladan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku,
Lalu, berkat inspirasi dan dorongan mereka,
Bias jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku,
Kemudian, siapa tahu
Aku bahkan bisa mengubah dunia.

Rabu, 25 Agustus 2010

P A P U A

Papua… sebuah nama Pulau bagian dari Indonesia. Ketika ada seseorang menyebutkan kata itu, pasti langsung tergambar dalam benak kita bahwa itu adalah pulau yang primitive, jauh dari kehidupan Glamour, hanya dihuni oleh masyarakat asli Papua yang kebanyakan masih hidup nomaden (berpindah – pindah tempat) dan kawasannya masih berupa hutan belantara. Kebanyakan masyarakat yang belum pernah berdomisili disana pasti berpikir seperti itu, namun itu semua tidak benar. Papua memang belum menjadi Propinsi yang sangat maju dan memiliki kota Metropolitan seperti Jakarta, namun Papua juga memiliki banyak kelebihan lainnya.
Saya akan sedikit berbagi pengalaman dan pengetahuan saya tentang Papua, kebetulan saya adalah salah satu orang yang pernah tinggal di salah satu kota di Propinsi Papua, tepatnya di Merauke. Saya lahir dalam sebuah lingkungan TNI - AD, ketika saya masih kelas 2 SD dan berdomisili di kota Malang, Ayah saya lulus Secapa (Sekolah Calon Perwira) dan kemudian mendapat tempat penugasan di Papua (dulu masih bernama Irian Jaya). Ketika saya kelas 3 SD, kami sekeluarga pindah ke Merauke.
Awalnya saya sempat kaget ketika baru saja tiba di Pelabuhan, para anggota Ayah saya rata – rata adalah penduduk asli Papua, saya semakin kaget ketika melihat mulut mereka berwarna merah. Dari penampilannya, mereka memang terlihat baik – baik namun karena ketika itu saya masih kecil, imajinasi saya segera melayang, membayangkan bahwa mereka masih memakan manusia seperti apa yang saya ketahui tentang penduduk asli disana.
Setelah saya menanyakan hal itu pada Ayah saya, ternyata itu tidak benar, ternyata mereka hanya memakan buah Pinang dan Daun Sirih yang ketika dikunyah akan menyebabkan mulut mereka berwarna merah seperti sedang mengunyah sesuatu yang berdarah, namun bukan berarti mereka masih memakan daging manusia. Saya langsung merasa tenang ketika itu.
Cuaca di Merauke pun sangat panas karena disana merupakan dataran, tidak ada gunung. Memang di daerah lain di Papua terdapat gunung, contohnya Gunung Jaya Wijaya yang dipuncaknya terdapat salju abadi, namun itu terletak di Kota Wamena, 2 jam perjalanan dengan pesawat dari Merauke.
 Ketika kami pindah kesana, saat itu Kota Merauke masih sangat terpencil dibandingkan dengan kota Malang yang merupakan kota besar. Namun bukan berarti Merauke tidak mempunyai sesuatu yang pantas untuk dibanggakan. Di Merauke, terdapat sebuah Taman Nasional, namanya Taman Nasional Wasur. Sebuah tempat yang dilindungi, walaupun menurut saya kurang terawat tapi tempat itu masih memiliki sisi keindahan tersendiri. Disana, kita dapat melihat Rusa, Bunga Anggrek, Kasuari, bahkan jika beruntung kita juga dapat melihat Cenderawasih (Bird of Paradise). Bahkan Merauke mendapat julukan sebagai kota Rusa, hal itu karena disana masih banyak sekali populasi Rusa, baik yang hidup di Taman Nasional ataupun yang hidup di hutan liar.
Hutan disana masih banyak yang belum terjamah tangan manusia, dengan kata lain masih liar karena itu kita dapat melihat hewan – hewan tersebut dengan mudah. Di Merauke juga banyak terdapat Rumah Semut atau dalam bahasa Marind disebut Musamus. Musamus sendiri kini dijadikan icon dari Merauke karena ini merupakan salah satu kekayaan alam yang hanya ada di Merauke.




Kemudian di salah satu lokasi transmigrasi di Kab. Merauke juga terdapat patung/monument L.B.Moerdani, salah satu perwira TNI – AD, monument itu menunjukkan bahwa di tempat itu pernah terjadi peristiwa penting yaitu untuk pertama kalinya seorang Perwira Angkatan Darat mendarat di Merauke dalam rangka pembebasan Irian Barat. Kemudian di salah satu Kabupaten Pemekaran di Pedalaman Papua yaitu tepatnya di Kabupaten Bouven Digoel (dulu merupakan bagian dari Kabupaten Merauke), juga terdapat sebuah tempat bersejarah yaitu sebuah penjara yang pernah digunakan sebagai tempat pengasingan mantan Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno.


Di Daerah Sota, yaitu daerah perbatasan antara RI dan Papua New Guinea terdapat Tugu Perbatasan dan Tugu Garuda Kembar seperti yang ada di Aceh.








Banyak hal – hal menarik disana yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Sesungguhnya Papua tidak seseram bayangan masyarakat pada umumnya.